Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Bung Hatta Lakukan Penelitan di Takayama Site Station Jepang

Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Bung Hatta Lakukan Penelitan di Takayama Site Station Jepang

FTI-UBH, Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Fakutlas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta yang mengikuti program student exchange atau pertukaran pelajar ke Gifu University Jepang turut melakukan penelitian ke Takayama, Gifu, Jepang beberapa waktu yang lalu bersama dosen pembimbing Prof. Toshiro Yamada dan rekannya Daisuke Sougawa dan Morishita Youji.

Yusuf menyampaikan kegiatan yang dilakukannya ini sebagai rangkain aktivitas yang diikutinya selama di Jepang. Takayama adalah salah satu kota tua dan kota terbesar kedua setelah Gifu yang ada di Gifu Prefecture. Takayama terletak sekitar 120 km utara kota Gifu.

“Takayama Site Station merupakan tempat penelitian untuk pengukuran aspek micrometeorological seperti konsentrasi CO2 di atmosfer, perubahan CO2 antara atmosfer dan kanopi hutan untuk memahamai interaksi antara ekosistem hutan dan CO2 dari atmosfer,” imbuhnya.

Kemudian pada tahun 2004, dikembangkan untuk penelitian tentang ekofisiologi, ekohidrologi dan ekologi mulai dikembangkan untuk studi evaluasi respon ekosistem terhadap perubahan iklim di Site ini.

Dikatakannya, letaknya berada di ketinggian > 1.000 mdpl sehingga membuat tekanan meningkat dan suhu menurun, ditambah lagi saat ini sedang masuk musim dingin yang suhu udara mencapai 0°C. Site ini dibangun tahun 1993 di kaki Gunung Norikura.

Site ini dipergunakan untuk melakukan beberapa penelitian dari berbagai fakultas di Gifu University, seperti Faculty of Agriculture, Faculty of Engineering, Faculty of Applied Biology Science dan lainnya. Selain itu beberapa universitas lain dan lembaga penelitian diperbolehkan menggunakan tempat ini untuk melakukan penelitian yang membutuhkan sampel dari wilayah pegunungan di Takayama.

“Ada banyak ruangan tersedia, seperti beberapa laboratorium untuk masing-masing fakultas, ruang kerja, ruang kelas, kamar tidur, dapur, public bathroom, toilet dan lainnya. Saat melakukan penelitian dan mengambil sampel di lapangan. Saya menikmati suasana turunnya salju dan bermain bersama rekan-rekan yang mengikuti kegiatan Field Work,” ujarnya.

Yusuf mengatakan selama di lokasi penelitian, kami mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan seperti pH meter, EC meter, flowmeter dan beberapa alat yang berhubungan dengan penelitian ini. Hal pertama yang kami lakukan adalah mengukur pH, EC, turbidity, suhu, dan kecepatan aliran air di lokasi.

“Setelah semuanya selesai kemudian kami mengumpulkan beberapa sampel air yang telah terkumpul secara otomatis oleh alat yang telah disediakan di lokasi. Air yang telah terkumpul akan dilakukan analisa terhadap kandungan particulate organic matter (POM) dan dissolved organic matter (DOC) yang akan di lakukan di laboratorium kampus,” sebutnya.

Usai melakukan penelitian, Yusuf berkesempatan untuk keliling kota tua Takayama. Hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menuruni Gunung Norikura. Kami mengelilingi kota dengan berjalan kaki hingga menemukan sebuah perkampungan tua, tempat bersejarah dan kuil seperti Takayama Jinya dan Unryuuji (Dragon Tample).

“Disana juga banyak toko-toko yang menjual makanan dan minuman, tempat pembuatan sake tradisional, serta beberapa souvenir seperti pakaian tradisional dan beberapa kerajinan tangan yang sangat terkenal di Takayama,” terangnya.

Selain mengikuti berbagai macam penelitian bersama mahasiswa Gifu University, ia juga mengadakan kunjungan industri ke pabrik pengolahan kertas, pengolahan air minum, tiap hari Senin mengikuti seminar, pengajian tiap Sabtu, perkuliahan dengan Yamada Sensei, menghadiri pertemuan-pertemuan organisasi pelajar Indonesia dan KBRI hingga belajar mengenai kebudayan Jepang dalam kegiatan internasional school. (**Ubay-Humas UBH).