Posyantek Nagari Pakandangan Gandeng FTI UBH Ciptakan Alat TTG

Posyantek Nagari Pakandangan Gandeng FTI UBH Ciptakan Alat TTG

FTI-UBH. Sudah menjadi program FTI UBH bersinergi dengan nagari untuk membantu nagari dalam mencarikan solusi permasalahan TTG, yang tertuang dalam program FTI goes to nagari.

Hal tersebut dikemukakan oleh Dr. Hidayat, S.T., M.T, IPM selaku Dekan FTI UBH pada acara Pelatihan dan Inventarisasi Potensi Teknologi Tepat Guna (TTG) di Nagari Pakandangan Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman.
Kegiatan yang digelar pada tgl 15 Desember 2018 bertempat di Aula kantor Walinagari Pakandangan

Peserta terdiri atas pengusaha lokal, seperti peternak puyuh, sapi, ikan, petani manggis, jangung dsb. Mereka juga penggerak Posyantek Nagari Pakandangan yang saat ini dipimpin oleh Ikram Dasrul Datuk Sati.

Banyak hal yang dikemukakan oleh peserta yang memelukan sentuhan TTG. Misalnya, persoalan panen jagung dimusim hujan yang memerlukan alat pengering jagung, pemanfaatan tongkol, daun, dan batang jagung.

Ada juga dikemukakan permasalahan ternak puyuh yang membutuhkan alat tetas otomatis, sortir telur puyuh untuk menetukan jantan atau betina, pakan puyuh.

Ada lagi persoalan ulat pada buah manggis, ukuran manggis kecil, menghasilkan manggis yg selalu segar dsb. Hal tersebut dikemukakan oleh para peserta.

Termasuk juga belum adanya peta digital potensi nagari yang saat ini sangat diperlukan untuk memperkenalkan potensi nagari kepada stake holder, ungkap Dra. Emzaimar selaku Sekretaris Nagari Pakandangan.

Semua informasi dan permasalahan tersebut dijawab satu persatu secara bergantian oleh nara sumber d diantaranya Dr. Firdaus, S.T. M.T keahlian teknik kimia yang juga ketua Pusyantek FTI Bung Hatta. Dodi Muharja, S.T dan Wanda Syafutra, S.T keahlian pemetaan wilayah. Demikian juga Dr. Hidayat keahlian Teknik Elektro.

Pada prinsipnya, semua keluhan tersebut ditampung oleh Pusyantek FTI Bung Hatta yg sebagian besar sudah dibuat di FTI Univ Bung Hatta, khususnya alat pengolahan/proses. Ampas jagung (tongkol, daun dan batang) dapat di fermentasi sehingga bisa menjadi pakan ternak maupun media tanam jamur. Namun, sebelum masuk ketahap fermentasi, maka ampas2 tsb harus dihancurkan terlebih dahulu, menggunakan alat.
Hal yang terkait dengan pertanian dan peternakan, ketua Pusyantek akan mengkonsultasikan kepada rekanan yang kompeten dibidang itu.

Dari beberapa persoalan yg dikemukakan, perioritas jangka pendek yang akan segera diwujudkan adalah alat pengering jagung, alat pencacah tongkol jagung, alat pengolah sabut kelapa.

Diharapkan di tahun 2019, bisa direalisasikan mengguakan anggaran nagari ataupun CSR dari mitra, imbuh Sekretaris Nagari Pakandangan.