ESDM dan Balitbang Sumbar Gandeng Teknik Kimia UBH dan Kimia Unand Kaji Potensi Batu Kapur Sumbar

ESDM dan Balitbang Sumbar Gandeng Teknik Kimia UBH dan Kimia Unand Kaji Potensi Batu Kapur Sumbar

ESDM SUMBAR melaksanakan rapat koordinasi dengan Dinas PU Prov. Sumbar dan Walikota Padang Panjang yang didampingi dua rombongan kendaraan SKPD bertajuk Peluang, Potensi, dan Kendala Pengembangan Industri Batu Kapur Padang Panjang. Hadir juga dalam pertemuan ini tenaga ahli dari Prodi Teknik Kimia Universitas Bung Hatta, yaitu Prof. Dr.Eng. Reni Desmiarti yang juga Dekan FTI Universitas Bung Hatta dan Dr. Firdaus yang juga Ketua Prodi Teknik Kimia Universitas Bung Hata.

Dalam sambutannya, kadis ESDM Ir. H Herry Martinus, MM menyampaikan dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat dan PAD berbasis potensi sumber daya mineral, Dinas ESDM Sumbar berinisiatip mengadakan pertemuan koordinasi dengan Dinas PU Prov, Walikota dan SKPD Padang Panjang membahas peluang, potensi dan kendala pengembangan industri kapur kota Padang Panjang sebagai daerah pertambangan rakyat.
SKPD Padang Panjang dan dinas PU prov. fokus membahas revisi RT/RW untuk perijinan dan persetujuan substansi terkait Wilayah Pertambangan dan Wilayah Pertambangan Rakyat.

Sementara itu, Walikota Padang Panjang, H. Fadly Amran dt. Paduko Malano menjelaskan bahwa di Bukit Tui Padang Panjang bahwa saat ini yg tinggal hanya tungku pembakaran batu kapur. Batu kapurnya didatangkan dari Agam, luar Padang Panjang, sebab ijin tambang Bukit Tui tidak dikeluarkan terkait resiko lingkungan, longsor. Terkait program ini, Pak Walikota mempertimbangkan rencana perijinan tambang rakyat.

Sebagai tenaga ahli dari Teknik Kimia FTI Universitas Bung Hatta, Prof Reni memaparkan data-data hasil pemeriksaan batu kapur dari berbagai sumber di Sumbar. Menurut prof Reni, pemanfaatan batu kapur Sumbar bisa diarahkan untuk memenuhi kebutuhan PDAM, Perkebunan sawit, pabrik CPO, dan pabrik cat.

Senada dengan Kadis ESDM dan Wako Padang Panjang, dengan kerjasama Dinas ESDM, Pemko Padang Panjang dan FTI Universitas Bung Hatta ini, Prof Reni menyampaikan optimisme bahwa kegiatan ini bisa menjanjikan hasil yang mengembirakan bagi semua pihak. Perkonomian masyarakat meningkat, begitu juga dengan PAD Kota Padang Panjang.

Terkait berbagai kendala teknis dalam operasional tungku pembakaran yang berpengaruh terhadap kualitas dan polusi, sesuai bidang keahliannya tentang tungku pembakaran, Dr. Firdaus menyampaikan optimisme untuk meningkatkan kualitas batu kapur yang dihasilkan tungku batu kapur tradisional, sekaligus mengatasi masalah polusi asap. Ada tiga pendekatan utama yang bisa dilakukan, yaitu modifikasi tunggu, perbaikan mutu bahan bakar, dan perlakuan terhadap umpan batu kapur. Dalam upaya perbaikan mutu bahan bakar, malah dihasilkan produk tambahan berupa asap cair yang bernilai ekonomis untuk mendukung pertanian organik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *